Munajatku

Aku tiba pada-Mu seperti senja yang ranum. Kepakan para unggas adalah perumpamaan tentang bagaimana aku harus menulis do’a dengan sungguh-sungguh. Sebelum adzan berkumandang, Tuhanku, aku tak pernah tahu sujud seperti apa yang dapat menggali rindu. Aku bahkan acapkali tersesat menjelajahi semestaku sendiri seperti sepi nyala mungil di meja belajar masa kanakku. Kata-kata di dalam hatiku…

Kau Tinggalkan Seribu Wanita Menjadi Gila

Oleh Hafiz al Syirazi (Penyair Sufi Iran) Kekasih, terakhir kali kala Engkau berjalan ke seluruh penjuru kota begitu indah dan telanjang, Engkau tinggalkan seribu wanita menjadi gila dan mustahil untuk bertahan hidup. Engkau tinggalkan seribu suami bingung dengan jenis kelamin mereka. Anak-anak berlarian dari kelasnya dan para guru begitu gembira dengan kedatangan-Mu. Dan sang matahari…

Kau dan Aku

Oleh Jalaluddin Rumi (Mahkotanya Kaum Sufi) Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku. Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa, Kau dan Aku. Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian. Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku. Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –Kita akan menunjukkan Bulan…