Elegi Untuk Imam Al Hâdî al Naqi

Oleh Abu Hâsyim Al Ja’farî Latar Belakang: “Setelah meningggalnya al Muntashir, Mu’tamid Al Abbâsî tidak tahan lagi melihat Imam Al Hâdî al Naqi as. Hal itu lantaran Imam Al-Hâdî memiliki kedudukan yang agung nan tinggi di tengah-tengah masyarakat Islam. Mu’tamid marah besar ketika keutamaan-keutamaannya tersebar luas, dan seluruh majelis dan pertemuan-pertemuan sosial kemasyarakatan selalu membicarakan…

Susastra dan Fotografi

Jangan duduk dekat si sedih ketika kau memasuki kebun. Apakah yang kau lihat: onak ataukah bunga? Habiskan lebih banyak waktu bersama sang mawar dan melati. (Jalaluddin Rumi) Foto oleh Gohar Dashti (Iran)

Matsnawi

Kami bukanlah karavan yang patah hati atau pintu-pintu dari keputus-asaan. Mari kemari, datanglah! Meski engkau telah jatuh ribuan kali. Walau kau telah patahkan ribuan janji. Mari kemari datanglah sekali lagi! (Jalaluddin Rumi) Foto: Pegunungan dan Pedesaan di Jilan, Iran