Puisi Thomas Hardy

Aku bersandar di gerbang kayu Ketika salju kelabu seperti hantu Dan sisa musim dingin membuat sendu. Hari yang makin suram Tangkai gandum menggapai langit Bagaikan tali-tali harpa sumbang Dan semua manusia di sekitarnya Ingin berdiang di perapian rumah mereka. Sosok tanah patah-patah tampak seperti Jenazah century terbujur Liang lahatnya tudung langit Angin adalah ratapan kematiannya….

Travelog untuk Mereka yang Terbuang

“Hendaknya ditulis pada gerbang kuil ilmu pengetahuan: orang yang tidak beriman dilarang masuk!” (Max Planck) Puisi “Karl Jay Shapiro” Lihat dan ingatlah. Lihat langit: lihat dalam-dalam ke udara bening tanpa batas –ujung dari do’a! Bicaralah sekarang –bicaralah pada kubah suci: apa yang kau-dengar? Apa jawaban sang langit? Langit sudah ada pemiliknya –itu bukan rumahmu.

Puisi as Syafi’i untuk Imam Husain as

Tuanku (Imam Husain as), penghulu orang-orang merdeka –wahai mu’jizat sejarah, wahai rahasia wujud Wahai tuan yang menuntaskan kehausan jasad –dahaga hati. Wahai tuan telah kau-korbankan jiwamu demi syari’at yang agung ini, demi kemanusiaan. Tuanku, sungguh orang-orang yang berduka atasmu sangat merindu bertemu denganmu –mengharap karamahmu. Engkau yang pemurah, dermawan dan mulia. Sungguh engkau telah berderma…