Tags

,

158035-frederika

Film Drama Aksi

Hollywood telah mengajariku banyak hal:
bila aku jenuh dan kesepian,
aku tak mesti menulis sajak cinta.
Aku hanya perlu menyaksikan setiap adegan

film romantis. Bila aku sedih sebelum tidur:
aku mesti menjadwal ulang kisahku sendiri
dengan rapih. Menata semua yang harus
kulakukan, dan lain-lain, dan lain lain.

Bahkan aku bisa menentukan tema apa saja
yang kusuka. Semisal kisah cinta paling menjijikkan
dengan rasa mie ayam tanpa adegan roman
sepasang remaja ingusan. Bila hatiku sedang gembira

kuandaikan diri sebagai seorang jagoan
yang tengah bernegosiasi demi menyelamatkan
sang kekasih yang disandra sekelompok teroris
di film terbaru 007 yang lebih menegangkan.

Sajak Cinta dengan Ragam Selera

Ribuan jamur tumbuh subur dalam larik-larik sajak cinta
yang kutulis. Aku lupa merawat mereka
dari debu-debu waktu yang hinggap.

Mungkin cinta seperti sekaleng susu yang kau simpan
di sekotak kulkas. Tapi aku hanya ingin mencintaimu
dengan berbagai rasa dan selera

seperti yang dikatakan sejumlah iklan.
Cinta rasa coklat di pagi hari
sembari minum segelas kopi. Cinta rasa keju

campur strawberry di malam hari
sembari mendengarkan selagu jazz-nya Liza Minelli.
Kau pun selalu membuatku ingin mereguk keheningan

bila buku-bukuku bercengkerama dengan matahari
yang berceceran di lembar-lembarnya.
Aku selalu lupa mencandu obat penenangku

setiap kali hendak membaca sajak cinta yang kutulis
untukmu. Aku lupa untuk meminum jus jeruk-ku
yang asamnya mengingatkanku pada lembar-lembar kusam

yang kusimpan. Aku lupa menyimpan sepotong cinta
dalam kulkas tempatku merawat kata yang mulai bosan
ditumbuhi jamur-jamur musim hujanmu.

Hak cipta © Sulaiman Djaya (2011)

Advertisements