Tags

, , , ,

Ihwal Waktu dan Masa Depan

Hak cipta ©Sulaiman Djaya (2007)

Jalan setapak tanah kelahiranku berwarna kuning
seperti sebuah mimpi yang keluar
dari rumah sunyi.

Anak-anak sekolah membunyikan bel
stang sepeda. Kemarau bermain
dengan layang-layang

dan lama sekali aku jadi lupa
di dinding yang masih basah
sepotong maut

menempel seperti kaca.
Mataku belajar melangkah
ke arah kabut, mengejar gerimis

yang terburu-buru.
Unggas-unggas saling bertukar isyarat,
senja mengumpulkan sisa hujan

di halaman.
Tanah kelahiranku seperti rindu
yang ingin menjadi galaksi bimasakti

di rambutmu.
Seperti kanak-kanak, dunia diam-diam mengintip
dan menyentuhkan tangannya

pada kembang akasia.
Aku punya ingatan kanak-kanak:
rumahku terbuat dari kesedihan

yang bahagia.
Mungkin juga seperti sebuah cerita
yang selalu terus kauingat.

Advertisements