Tags

,

Tuhan yang tak punya nama
Adakah jendela malam
Bagi sujudku yang bimbang?
Betapa kini jauh nubuat Rasul-Mu
Di jaman iklan dan hiruk-pikuk

Para penjual agama
Di bursa-bursa saham.
Mesjid-mesjdiMu hanya dinding dan kaca
Jaman komoditas.
Di mana gerangan Hira

Yang dulu jadi tempat
Munjat rindu Muhammad-Mu?
Kitab suci-Mu telah berubah
Jadi alat-alat pertukaran
Di kanal-kanal layar kaca.

Tuhan yang tak punya nama
Adakah malam yang lebih sunyi
Bagi tafakurku yang kadang hampa
Oleh kata yang membuatku
Senantiasa bertanya?

Tuhan yang tak punya nama
Aku tak paham kenapa manusia
Menggambar-Mu sesuai selera mereka?
Firman-firman dibaca dan dikumandangkan
Hanya untuk menjadi iklan dan slogan.

Mereka bangun kuil-kuil pemujaan
Hanya untuk melupakan
Bahwa iman terkadang ingin bertanya
Kenapa yang kudus tak mudah
Dikhutbahkan?

Tuhan yang tak punya nama
Mesjid-Mu, Sinagoga-Mu, gereja-Mu
Kini dihuni para pialang saham
Yang memakai jubah
Kopiah dan surban.

Ayat-ayat-Mu dijadikan senjata
Untuk menjagal para pecinta.
Aku tak paham
Kenapa manusia ingin serupa
Engkau yang tak terjangkau?

(2017)

Advertisements