Tafakur Ramadan oleh Sulaiman Djaya (2017)

Tuhan yang tak punya nama
Adakah jendela malam
Bagi sujudku yang bimbang?
Betapa kini jauh nubuat Rasul-Mu
Di jaman iklan dan hiruk-pikuk

Para penjual agama
Di bursa-bursa saham.
Mesjid-mesjdiMu hanya dinding dan kaca
Jaman komoditas.
Di mana gerangan Hira

Yang dulu jadi tempat
Munjat rindu Muhammad-Mu?
Kitab suci-Mu telah berubah
Jadi alat-alat pertukaran
Di kanal-kanal layar kaca.

Tuhan yang tak punya nama
Adakah malam yang lebih sunyi
Bagi tafakurku yang kadang hampa
Oleh kata yang membuatku
Senantiasa bertanya?

Tuhan yang tak punya nama
Aku tak paham kenapa manusia
Menggambar-Mu sesuai selera mereka?
Firman-firman dibaca dan dikumandangkan
Hanya untuk menjadi iklan dan slogan.

Mereka bangun kuil-kuil pemujaan
Hanya untuk melupakan
Bahwa iman terkadang ingin bertanya
Kenapa yang kudus tak mudah
Dikhutbahkan?

Tuhan yang tak punya nama
Mesjid-Mu, Sinagoga-Mu, gereja-Mu
Kini dihuni para pialang saham
Yang memakai jubah
Kopiah dan surban.

Ayat-ayat-Mu dijadikan senjata
Untuk menjagal para pecinta.
Aku tak paham
Kenapa manusia ingin serupa
Engkau yang tak terjangkau?

(2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s