Puisi as Syafi’i untuk Imam Husain as

Tuanku (Imam Husain as), penghulu orang-orang merdeka –wahai mu’jizat sejarah, wahai rahasia wujud Wahai tuan yang menuntaskan kehausan jasad –dahaga hati. Wahai tuan telah kau-korbankan jiwamu demi syari’at yang agung ini, demi kemanusiaan. Tuanku, sungguh orang-orang yang berduka atasmu sangat merindu bertemu denganmu –mengharap karamahmu. Engkau yang pemurah, dermawan dan mulia. Sungguh engkau telah berderma…

Syair Ahlul Kisa karya Habib Idrus bin Salim al Jufri

بِكُم يَا حَبِيْبَ الله أرَجُو شَفَاعَةً Denganmu wahai kekasih Allah aku mengharap syafa’at وَالمرتَضَى والسَّيدَيْنِ وبِالحَسَنَا Dan dengan al-Murtadha (Ali bin Abi Thalib), Hasan, Husain dan keduanya سَفِينَةُ نُوحٍ قَدْ نجَا مَن بهَا النَّجَا Bahtera Nuh maka selamat siapa yang di dalamnya هُمُو وَلَعُمرِي أدْرَكَ الفَوزَ والأمْنَا Demi hidupku, mereka telah mendapat kemenangan dan keamanan…

Elegi Untuk Imam Al Hâdî al Naqi

Oleh Abu Hâsyim Al Ja’farî Latar Belakang: “Setelah meningggalnya al Muntashir, Mu’tamid Al Abbâsî tidak tahan lagi melihat Imam Al Hâdî al Naqi as. Hal itu lantaran Imam Al-Hâdî memiliki kedudukan yang agung nan tinggi di tengah-tengah masyarakat Islam. Mu’tamid marah besar ketika keutamaan-keutamaannya tersebar luas, dan seluruh majelis dan pertemuan-pertemuan sosial kemasyarakatan selalu membicarakan…