Tags

,

pematang-ingatan-sulaiman-djaya-2008

Jalan ke arah batu cadas seperti baru saja kukenal
meski telah ribuan senja mengganti warna wajahnya.
Masih kucium tahun-tahun yang berlalu
ketika dari keheningan air udara berhembus.

Ada bunga-bunga yang terlepas
ketika cuaca ingin istirahat. Tak kusangka
matahari yang sama telah merenggut
milyaran usia dan melahirkan kanak-kanak baru.

Di suatu waktu ada seorang bocah duduk termenung
ketika gerimis tersangkut di rimbun bambu.
Setiap kepak unggas dan mereka yang beterbangan
Dipahaminya sebagai kegembiraan yang bosan.

(Puisi dan gambar oleh Sulaiman Djaya)

Advertisements